Selamat Idul Fitri ceman-ceman..
*gambar coming soon*
Wakakakakakakak ohok ohok!
Rabu, 22 Agustus 2012
Sabtu, 18 Agustus 2012
Little crazy thing called MUDIK
Mudik mudik mudiiik!!!
Rempong deh urusin mudik!
Hari ini saya sekeluarga otw mudik.
Sebenarnya saya ga senang-senang amat mudik. Soalnya ribet dan ga nyaman aja nginap lebih dari 3 hari di rumah orang. Belum lagi perjalanan yang jauh dan pasti huuft capek deeeh.. (´˘_˘) *ehm, ga alay gitu juga kalii*
FYI, nenek saya tinggal di Makassar. Bukan di kampung (kampungku di Palopo). Yang ditengokin di kampung itu keluarga-keluarga besar dari bapak.
Hm.. Apa lagi yak? Pokoknya ya gitulah. Doain aja semoga sampai dengan selamat dan balik lagi ke Makassar dengan selamat.
Rempong deh urusin mudik!
Hari ini saya sekeluarga otw mudik.
Sebenarnya saya ga senang-senang amat mudik. Soalnya ribet dan ga nyaman aja nginap lebih dari 3 hari di rumah orang. Belum lagi perjalanan yang jauh dan pasti huuft capek deeeh.. (´˘_˘) *ehm, ga alay gitu juga kalii*
FYI, nenek saya tinggal di Makassar. Bukan di kampung (kampungku di Palopo). Yang ditengokin di kampung itu keluarga-keluarga besar dari bapak.
Hm.. Apa lagi yak? Pokoknya ya gitulah. Doain aja semoga sampai dengan selamat dan balik lagi ke Makassar dengan selamat.
Kamis, 16 Agustus 2012
Everybody Love THR ♥
Lebaran udah dekat ya? Siang-siang gini kalo ga bisa tidur, biasanya saya nonton tivi. Ganti-ganti channel tivi. Hitung-hitung olah raga jari.
Nah, belakangan isi berita di tivi tuh kompakan. Isinya hampir sama. Mulai dari isi pidato pak SBY, mudik, sampai pembagian THR yang katanya masih ada penyimpangan.
Well, berhubung tadi saya nonton berita tentang THR alias Tunjangan Hari Raya, saya jadi ingat waktu ikut bastra HMI..
Saat bastra, ada materi Dasar-Dasar Kepercayaan.
Satu 'tag line' yang melekat di pikiran saya, si pemateri bertanya ke peserta, "Kenapa kalian mau menyembah Tuhan? Memangnya kalian bisa buktikan keberadaan Tuhan? Tidak kan? Itulah sebabnya saya memilih untuk Atheis"
Duaar!! Kemudian saya keringat dingin mau nangis.
Saya tidak tau harus jawab bagaimana. Yang penting saya tetap percaya keberadaan Tuhan.
Tapi setelah nonton berita pembagian THR, saya jadi punya jawaban untuk si pemateri. Kenapa saya harus punya agama alias tidak Atheis.
Seperti yang kita ketahui, THR adalah Tunjangan HARI RAYA. Hari Raya ya! Ingat! Jadi kalo kita Atheis, ga punya agama, artinya kita juga tidak punya hari raya. No hari raya, artinya no THR.
Itulah analisa saya kanda! Sekian dan terima kasih! Yakusa!! Yeaaah!! (•̀_•́)ง
Nah, belakangan isi berita di tivi tuh kompakan. Isinya hampir sama. Mulai dari isi pidato pak SBY, mudik, sampai pembagian THR yang katanya masih ada penyimpangan.
Well, berhubung tadi saya nonton berita tentang THR alias Tunjangan Hari Raya, saya jadi ingat waktu ikut bastra HMI..
Saat bastra, ada materi Dasar-Dasar Kepercayaan.
Satu 'tag line' yang melekat di pikiran saya, si pemateri bertanya ke peserta, "Kenapa kalian mau menyembah Tuhan? Memangnya kalian bisa buktikan keberadaan Tuhan? Tidak kan? Itulah sebabnya saya memilih untuk Atheis"
Duaar!! Kemudian saya keringat dingin mau nangis.
Saya tidak tau harus jawab bagaimana. Yang penting saya tetap percaya keberadaan Tuhan.
Tapi setelah nonton berita pembagian THR, saya jadi punya jawaban untuk si pemateri. Kenapa saya harus punya agama alias tidak Atheis.
Seperti yang kita ketahui, THR adalah Tunjangan HARI RAYA. Hari Raya ya! Ingat! Jadi kalo kita Atheis, ga punya agama, artinya kita juga tidak punya hari raya. No hari raya, artinya no THR.
Itulah analisa saya kanda! Sekian dan terima kasih! Yakusa!! Yeaaah!! (•̀_•́)ง
Rabu, 15 Agustus 2012
You are Ridiculous Person
Bertemu denganmu, mengingatkanku pada suatu pemikiran.
Tidak ada sama sekali rasa dendam atau benci dalam hati saya. Sungguh.
Bahkan saya tidak suka putus hubungan sama sekali dengan mantan.
Tapi bagaimana pun, saya tetap mengingat alasan kita putus.
Alasan kita putus karena kamu tidak sanggup menjalani hubungan jarak jauh. Katamu, kau butuh 'kehadiran' seseorang disaat kau dalam masa-masa sulit.
Saya tentu menilai diri saya 'hadir' dimasa sulitmu, walau hanya dengan suara dan kata-kata. Tapi, menurut kamu itu tidak cukup.
Kau menginginkan 'kehadiran' fisik. Itu adalah syarat yang tidak mungkin saya sanggupi. Saya punya tanggung jawab dan kehidupan di tempatku. Walaupun begitu, saya selalu 'hadir' untuk mengisi sepimu, untuk menghibur sedihmu, untuk merangkul ketidakberdayaanmu. Tidakkah itu cukup?
Kau, perasaanmu begitu dangkal. Haruskah 'kehadiran' itu selalu diartikan sebagai kehadiran fisik?
Saya merelakanmu. Mungkin bukan karena keterbatasan jarak dan waktu yang menjadi sekat hatimu. Tapi karena rasa yang tidak akan menjadi milikku seutuhnya. Aku tahu itu.
Aku, melepasmu.
Tanpa ada dendam sedikit pun.
Sekarang kau telah memilih pelabuhan hatimu. Yang saya tau, dia berjarak lagi denganmu.
Itu sangat lucu. Sangat lucu.
Cukup tau dan cukup menilai aku tentang dirimu.
Tidak ada sama sekali rasa dendam atau benci dalam hati saya. Sungguh.
Bahkan saya tidak suka putus hubungan sama sekali dengan mantan.
Tapi bagaimana pun, saya tetap mengingat alasan kita putus.
Alasan kita putus karena kamu tidak sanggup menjalani hubungan jarak jauh. Katamu, kau butuh 'kehadiran' seseorang disaat kau dalam masa-masa sulit.
Saya tentu menilai diri saya 'hadir' dimasa sulitmu, walau hanya dengan suara dan kata-kata. Tapi, menurut kamu itu tidak cukup.
Kau menginginkan 'kehadiran' fisik. Itu adalah syarat yang tidak mungkin saya sanggupi. Saya punya tanggung jawab dan kehidupan di tempatku. Walaupun begitu, saya selalu 'hadir' untuk mengisi sepimu, untuk menghibur sedihmu, untuk merangkul ketidakberdayaanmu. Tidakkah itu cukup?
Kau, perasaanmu begitu dangkal. Haruskah 'kehadiran' itu selalu diartikan sebagai kehadiran fisik?
Saya merelakanmu. Mungkin bukan karena keterbatasan jarak dan waktu yang menjadi sekat hatimu. Tapi karena rasa yang tidak akan menjadi milikku seutuhnya. Aku tahu itu.
Aku, melepasmu.
Tanpa ada dendam sedikit pun.
Sekarang kau telah memilih pelabuhan hatimu. Yang saya tau, dia berjarak lagi denganmu.
Itu sangat lucu. Sangat lucu.
Cukup tau dan cukup menilai aku tentang dirimu.
Jumat, 03 Agustus 2012
Cara Membuat Indomie Enak
Indomie? siapa yang ga suka indomie? well, walaupun banyak yang bilang ga suka karena ga baik untuk kesehatan. tapi bung! sadarlah! itu bukan namanya ga suka! bohong banget kalo sampe ga suka.
Enaknya indomie bisa jadi lebih enak lagi. Dari hasil survey, ternyata inilah resep yang paling cetek tapi maknyus. dapetnya dari MBDC. duuuh.. MBDC emang jagoan deh! seneeeng!!
ehm, balik ke topik utama.
Nah, salah satu yang menjadi misteri selama ini adalah bagaimana cara membuat Indomie seperti di warkop-warkop. Kenapa rasanya berbeza apabila kamu bikin Indomie di rumah dengan kalo kamu beli di warkop? Inilah rahasianya!
yang ini gambar versi MBDC
Rahasia Terpenting: Air Rebusan!
Hal yang paling penting ketika kamu mau membuat Indomie seperti di warkop adalah air rebusannya. Air rebusan di warkop itu adalah air yang dipakai untuk merebus berulang-ulang, seperti halnya air rebusan di warung mie ayam. Hal ini akan membuat air rebusan menjadi lebih kental dan dengan demikian juga akan memberikan kesan ‘kental’ ke Indomie kamu. Inilah yang membuat Indomie kamu rasanya berbeda dan terasa lebih nikmat!
Nah, kalo kamu udah mengetahui rahasia air rebusan ini, langkah selanjutnya tinggal diikuti aja sih:
- Mulai dengan memasukkan telor terlebih dahulu ke rebusan.
- Setelah telor agak matang, cemplungkan Indomie.
- Tuang bumbu-bumbu di mangkok. Inget, warung Indomie sejati selalu menghidangkan makanannya di mangkok!
- Setelah Indomie agak matang (kira-kira 1 menit), langsung tiriskan Indomie dan telornya.
- Taro di mangkok. Mangkoknya harus mangkok gambar ayam. Biar feel-nya dapet.
- Aduk-aduk.
- Tambahkan bawang goreng ekstra.
- Tambahin irisan cabe ijo kalo suka.
- Makan.
- Keenakan.
Gimana? mau coba ga? saya udah coba loh.. asli emang enak banget! kalo versi saya sih, jadinya gini:
bawang goreng sama cabenya di dasar mangkok = contoh salah
Sumber: http://malesbanget.com/2011/11/cara-bikin-indomie-telor-yang-enak-banget-kayak-di-warkop/#ixzz22StxgB5p
Mencoba Menjadi Anak Gaul
Mungkin saya memang tercipta sebagai manusia cupu. kenapa saya berpikiran pesimis seperti itu? tentunya ada alasannya dong. dan alasannya adalah.. ya karena saya merasa aja.
Keseharianku saja menyedihkan. udah nasib kali ya. tapi terinspirasi dari bacotan Mario Teguh-yang-panjang-tapi-isinya-cuma-secuil, yaitu "nasib itu bisa kita ubah kok", saya pun mencoba untuk gaul.
Kemarin, saya ngumpul-ngumpul buka puasa bareng teman-teman saya. setelah tawaf muterin mall, kita akhirnya memutuskan untuk nongkrong duduk-duduk cerita di tempat makan. sebagai sesama orang cupu yang ingin lepas dari belenggu ke-cupu-an, kita milih tempat tongkrongan anak-anak gaul yang lagi happening.
Tempat pertama kita masuk di cafe My C**fee 'O. gila! tempatnya nyaman banget, asik deh pokoknya. tapi 'bencana' datang saat waiter nya ngasih daftar menu. JENG JENG!!! namanya aneh-aneh, ga ada yang bisa saya baca. eh, ada ding, ice lemon tea. dan, satu kopinya seharga 30-50rb! ini pendzomilan!!!
belum lagi ternyata senior SMA ku juga nongkrong di cafe itu. dan kebetulan juga, senior itu adalah senior yang pernah teriak tepat di mukaku. kampret! mulutnya bau banget! waktu cium bau mulutnya, rasanya bulu hidungku terbakar.
alhasil kita ga jadi nongkrong di cafe itu. butuh strategi kamseupay buat kabur tanpa harus mesan menu. dan strateginya adalah.. pura-pura pengen pipis. hahahahaha
strategi berhasil pemirsa. akhirnya kita milih tempat gaul lainnya. di St*rb*cks. tanpa disadari, kita mesan kopi yang.. uumm.. menurut sayaga enak banget. huhuhuuuu.. demi menjadi anak gaul!
Keseharianku saja menyedihkan. udah nasib kali ya. tapi terinspirasi dari bacotan Mario Teguh-yang-panjang-tapi-isinya-cuma-secuil, yaitu "nasib itu bisa kita ubah kok", saya pun mencoba untuk gaul.
Kemarin, saya ngumpul-ngumpul buka puasa bareng teman-teman saya. setelah tawaf muterin mall, kita akhirnya memutuskan untuk nongkrong duduk-duduk cerita di tempat makan. sebagai sesama orang cupu yang ingin lepas dari belenggu ke-cupu-an, kita milih tempat tongkrongan anak-anak gaul yang lagi happening.
Tempat pertama kita masuk di cafe My C**fee 'O. gila! tempatnya nyaman banget, asik deh pokoknya. tapi 'bencana' datang saat waiter nya ngasih daftar menu. JENG JENG!!! namanya aneh-aneh, ga ada yang bisa saya baca. eh, ada ding, ice lemon tea. dan, satu kopinya seharga 30-50rb! ini pendzomilan!!!
belum lagi ternyata senior SMA ku juga nongkrong di cafe itu. dan kebetulan juga, senior itu adalah senior yang pernah teriak tepat di mukaku. kampret! mulutnya bau banget! waktu cium bau mulutnya, rasanya bulu hidungku terbakar.
alhasil kita ga jadi nongkrong di cafe itu. butuh strategi kamseupay buat kabur tanpa harus mesan menu. dan strateginya adalah.. pura-pura pengen pipis. hahahahaha
strategi berhasil pemirsa. akhirnya kita milih tempat gaul lainnya. di St*rb*cks. tanpa disadari, kita mesan kopi yang.. uumm.. menurut saya
bareng dua makhluk cupu lainnya. Febong dan Indi.
harga dan rasanya nyesek yummy!
Kalo tau gini sih, mending nongkrong di Du**in Don*t, tempatnya ga kalah nyaman, harga dan rasa kopinya jauh lebih enak, apa lagi tiramisu-nya, hmmm.. my favorite!
Jadi anak-anak, hikmahnya adalah mending jadi diri sendiri deh, ga usah maksain diri buat ngelakuin seseatu yang "bukan lo banget". buntut-buntutnya bakal balik ke jati diri kamu yang sesungguhnya.
Kamis, 02 Agustus 2012
Watch This!
Hahahaha, beneran mau gila nonton video ini!
nonton deh!
PERHATIAN : dapat menimbulkan stress. stadium stressnya setingkat dengan kalo kamu nonton sinetron elang-elang di Indosiar
nonton deh!
PERHATIAN : dapat menimbulkan stress. stadium stressnya setingkat dengan kalo kamu nonton sinetron elang-elang di Indosiar
Langganan:
Postingan (Atom)




