Saat berada di kampung, saya merasa banyak pemikiran orang-orang di sini yang kurang sesuai dengan akal saya.
Salah satunya Om saya pemikiran dari sendiri.
Dalam percakapannya dengan salah satu kerabat, dia melontarkan kalimat "punya anak itu susah, kalo mereka sudah besar, nikah, pada ninggalin kita"
Dan, kerabat lain menyahut, "buat apa anak ditumpuk di rumah? Mending mereka nikah, kasih cucu"
Om saya menjawab, "mestinya mereka tinggal saja di rumah, memasak dan menjaga kita"
Well, sebenarnya sih argumennya ga salah. Tapi agak mengganjal.
Menurut saya, saya lebih setuju kalo anak meninggalkan orang tuanya karena menikah atau kerja. Siapa yang mau jadi pengangguran atau perawan tua?
Lagi pula, hanya anak durhaka yang setelah menikah langsung lupa dengan orang tuanya. Naudzubillah!
Memang 'kelihatannya' si anak akan meninggalkan orang tua, tapi dengan alasan yang jelas. Dan juga agar si anak bisa hidup mandiri.
Ini pemikiran saya.. Saya cuma tidak mau dimasa depan saya menjadi orang tua yang terlalu mengekang anaknya, kemudian menyesal karena si anak tidak kunjung mendapat jodoh.
Rabu, 29 Agustus 2012
He is my Uncle (⌣́_⌣̀)
Saya punya om di kampung yang menurut saya cukup annoying. Eh, bukan 'cukup', tapi 'sangat'.
Sudah banyak yang menjadi korban sifatnya.
Om saya ini kakak dari bapak saya. Saya kenal sifatnya.
Dia itu agak diktator dan selfish. Usianya 70-an.
Karena susah mendapatkan keturunan, dia baru mengadopsi anak perempuan, dan sekarang anak itu usia 6 tahun, baru saja masuk SD.
Usianya sudah terlalu tua untuk mengadopsi anak kecil. sekarang saja istrinya sudah sakit-sakitan dan sering ke kota untuk berobat.
Sifat selfish-nya semakin terlihat saat berobat ke Makassar. Anaknya baru saja masuk sekolah selama satu minggu, tapi sudah minta izin selama 1 bulan untuk menemani ibunya berobat.
Heh. Tidakkah dia memikirkan masa depan pendidikan si anak?
Dia pikir, anak itu cuma 'hiasan hidup'?
Egois, egois sekali. Terlalu mengatur dan meminta pengabdian yang konyol.
Tidak membiarkan orang lain berkembang. Bahkan secara tidak langsung dia merebut hak orang lain untuk menentukan jalan hidup.
Sudah banyak yang menjadi korban sifatnya.
Om saya ini kakak dari bapak saya. Saya kenal sifatnya.
Dia itu agak diktator dan selfish. Usianya 70-an.
Karena susah mendapatkan keturunan, dia baru mengadopsi anak perempuan, dan sekarang anak itu usia 6 tahun, baru saja masuk SD.
Usianya sudah terlalu tua untuk mengadopsi anak kecil. sekarang saja istrinya sudah sakit-sakitan dan sering ke kota untuk berobat.
Sifat selfish-nya semakin terlihat saat berobat ke Makassar. Anaknya baru saja masuk sekolah selama satu minggu, tapi sudah minta izin selama 1 bulan untuk menemani ibunya berobat.
Heh. Tidakkah dia memikirkan masa depan pendidikan si anak?
Dia pikir, anak itu cuma 'hiasan hidup'?
Egois, egois sekali. Terlalu mengatur dan meminta pengabdian yang konyol.
Tidak membiarkan orang lain berkembang. Bahkan secara tidak langsung dia merebut hak orang lain untuk menentukan jalan hidup.
Minggu, 26 Agustus 2012
Malam Minggu yang INDAH
Malam minggu kali ini (mungkin) adalah malam minggu ter-ngenes selama hidup saya. totally bad mood!
kejadian berawal dari siang hari..
temanku datang siarah ke rumah, saat saya lagi mandi. dan si Uci, adek yang super labil, ga mau bukain pagar. konon katanya karena malu masih pake baju tidur. ya ampuun bikin sebel sampai ubun-ubun mendidih!
dan gobloknya juga, temanku juga ga mau teriak panggil namaku biar dibukain pagar, karena dia adalah laki-laki cadel. alasan macam apa itu???
jadilah saya kesal tingkat kecamatan dan (entah kenapa) nangis bombay..
karena gagal silahturahmi siang-siang, temanku (sebut saja MFH), katanya mau datang ke rumah pas malamnya. Nunggu, sendirian jaga rumah, berteman dengan nyamuk, dan ga ikut keluarga buat jenguk sepupu yang lagi di RS. mana di rumah ga ada makanan lagi!
demi ya! demi!
ditungguin sampe jam 8, si MFH belum juga nongol. mau hubungin tapi handphone lagi hang. ooh.. betapa sialnya.. rasanya galau bertubi-tubi!!!
sampe akhirnya jam 9. udah ga mungkin dia datang. mestinya dari dulu saya tau dia itu orangnya memang PHP..
pukpuk* *baryaaaww*
akhirnya malam mingguku (lagi-lagi) dilalui bersama notebook..
notebook, aku cinta kamu, yuk kita malam mingguan *cipok notebook*
TAPI! jeng jeeeenggg!!
si notebook juga ikutan hang... TTTTTTT_______TTTTTTT
si modem juga ikut-ikutan mempermainkan hatiku.. ini aja saya ngetik postingan dengan perjuangan keras.
haaah.. malam minggu ini memang indah ya! semoga cepat berakhir! doakan aku ya!
ps:
yang pacaran di timeline, mati aja lo! ----> curhatan khas jomblo
kejadian berawal dari siang hari..
temanku datang siarah ke rumah, saat saya lagi mandi. dan si Uci, adek yang super labil, ga mau bukain pagar. konon katanya karena malu masih pake baju tidur. ya ampuun bikin sebel sampai ubun-ubun mendidih!
dan gobloknya juga, temanku juga ga mau teriak panggil namaku biar dibukain pagar, karena dia adalah laki-laki cadel. alasan macam apa itu???
jadilah saya kesal tingkat kecamatan dan (entah kenapa) nangis bombay..
karena gagal silahturahmi siang-siang, temanku (sebut saja MFH), katanya mau datang ke rumah pas malamnya. Nunggu, sendirian jaga rumah, berteman dengan nyamuk, dan ga ikut keluarga buat jenguk sepupu yang lagi di RS. mana di rumah ga ada makanan lagi!
demi ya! demi!
ditungguin sampe jam 8, si MFH belum juga nongol. mau hubungin tapi handphone lagi hang. ooh.. betapa sialnya.. rasanya galau bertubi-tubi!!!
sampe akhirnya jam 9. udah ga mungkin dia datang. mestinya dari dulu saya tau dia itu orangnya memang PHP..
pukpuk* *baryaaaww*
akhirnya malam mingguku (lagi-lagi) dilalui bersama notebook..
notebook, aku cinta kamu, yuk kita malam mingguan *cipok notebook*
TAPI! jeng jeeeenggg!!
si notebook juga ikutan hang... TTTTTTT_______TTTTTTT
si modem juga ikut-ikutan mempermainkan hatiku.. ini aja saya ngetik postingan dengan perjuangan keras.
haaah.. malam minggu ini memang indah ya! semoga cepat berakhir! doakan aku ya!
ps:
yang pacaran di timeline, mati aja lo! ----> curhatan khas jomblo
Jumat, 24 Agustus 2012
Indomie Indomie dan Indomie
permisi para pemirsa yang budiman.. tentang postingan cara membuat indomie enak, ada sedikit kesalahan, yaitu indomie buatanku kurang ciamik!
dan karena penasaran, saya membuat indomie lagi sesuai dengan petunjuk Tuan MBDC. dangan sedikit variasi sih, hehehe..
saran ya, lebih enak kalo bawang gorengnya digoreng pake mentega. gurihnya gimanaaaaaa gituuu! terus, ditambahin kornet sapi deh (ˆڡˆ)
yuk, ini hasilnya cyiiin..
dan karena penasaran, saya membuat indomie lagi sesuai dengan petunjuk Tuan MBDC. dangan sedikit variasi sih, hehehe..
saran ya, lebih enak kalo bawang gorengnya digoreng pake mentega. gurihnya gimanaaaaaa gituuu! terus, ditambahin kornet sapi deh (ˆڡˆ)
yuk, ini hasilnya cyiiin..
Happy Ied Mubarak season 2
Selamat Lebaran ya..
mohon maaf lahir dan bathin..
sorry telat dan postingnya dua kali, hehehehe
sumber gambar: http://kumpulanfoto.blogdetik.com/2012/07/26/kartu-ucapan-selamat-lebaran-idul-fitri-2012/
mohon maaf lahir dan bathin..
sorry telat dan postingnya dua kali, hehehehe
sumber gambar: http://kumpulanfoto.blogdetik.com/2012/07/26/kartu-ucapan-selamat-lebaran-idul-fitri-2012/
Rabu, 22 Agustus 2012
Sabtu, 18 Agustus 2012
Little crazy thing called MUDIK
Mudik mudik mudiiik!!!
Rempong deh urusin mudik!
Hari ini saya sekeluarga otw mudik.
Sebenarnya saya ga senang-senang amat mudik. Soalnya ribet dan ga nyaman aja nginap lebih dari 3 hari di rumah orang. Belum lagi perjalanan yang jauh dan pasti huuft capek deeeh.. (´˘_˘) *ehm, ga alay gitu juga kalii*
FYI, nenek saya tinggal di Makassar. Bukan di kampung (kampungku di Palopo). Yang ditengokin di kampung itu keluarga-keluarga besar dari bapak.
Hm.. Apa lagi yak? Pokoknya ya gitulah. Doain aja semoga sampai dengan selamat dan balik lagi ke Makassar dengan selamat.
Rempong deh urusin mudik!
Hari ini saya sekeluarga otw mudik.
Sebenarnya saya ga senang-senang amat mudik. Soalnya ribet dan ga nyaman aja nginap lebih dari 3 hari di rumah orang. Belum lagi perjalanan yang jauh dan pasti huuft capek deeeh.. (´˘_˘) *ehm, ga alay gitu juga kalii*
FYI, nenek saya tinggal di Makassar. Bukan di kampung (kampungku di Palopo). Yang ditengokin di kampung itu keluarga-keluarga besar dari bapak.
Hm.. Apa lagi yak? Pokoknya ya gitulah. Doain aja semoga sampai dengan selamat dan balik lagi ke Makassar dengan selamat.
Langganan:
Postingan (Atom)




